Perkembangan AI: Tinjauan Kebijakan
“Thou aimest high, Master Lee. Consider Thou what the invention could do to my poor subjects. It would assuredly bring to them ruin by depriving them of employment, thus making them beggar”
Kutipan di atas adalah perkataan Ratu Elizabeth I kepada William Lee, penemu mesin rajut otomatis pada Abad ke-16. Ratu Elizabeth saat itu justru khawatir teknologi yang diciptakan oleh Lee akan menghilangkan lapangan pekerjaan dan menciptakan kemiskinan. Tanggapan Ratu Elizabeth sangat jamak terjadi ketika kemunculan teknologi baru. Teknologi tersebut terkadang dipandang menjadi sebuah ancaman, terutama bagi ketenagakerjaan.
Artificial Intelligence (AI) menjadi topik pembicaraan seluruh lapisan masyarakat. Dengan menjadi mainstream-nya penggunaan generative AI seperti Chat GPT, animo masyarakat terhadap AI meningkat tajam. Hal tersebut terlihat dari data Google Trends, dimana semenjak awal tahun terjadi peningkatan pencarian kata kunci "Artificial Intelligence" sebesar 614%. Lebih lanjut, animo tersebut juga merambah ke dunia bisnis dimana diperkirakan sekitar 25% venture deal oleh perusahaan S&P 500 melibatkan AI startup.
Download Publikasi
Pembangunan Berkelanjutan Lintas Generasi: Studi Kasus Proses Pembentukan Dana Abadi Pendidikan di Kabupaten Bojonegoro
Kabupaten Bojonegoro di Jawa Timur, salah satu daerah penghasil energi utama di Indonesia, saat ini tengah menghadapi risiko ekonomi yang signifikan berupa kutukan sumber daya alam (resource curse) dan penurunan pendapatan dari bahan bakar fosil yang tidak terbarukan. Sektor pertambangan, yang menyumbang 48,77% dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah ini, menciptakan kerentanan fiskal akibat fluktuasi harga komoditas global dan penurunan produksi secara alamiah.
Sebagai respons inovatif, Bojonegoro telah mempelopori pembentukan Dana Abadi Daerah (DAD) untuk Pendidikan melalui Peraturan Daerah (Perda) Bojonegoro No. 14 Tahun 2025. Inisiatif ini bertujuan untuk mengubah kekayaan minyak dan gas menjadi investasi jangka panjang pada modal manusia, melindungi hak atas pendidikan lintas generasi, dan berfungsi sebagai peredam kejutan fiskal (fiscal shock absorber) selama masa transisi energi. Dapatkah inisiatif serupa direplikasi di daerah kaya bahan bakar fosil lainnya yang sedang mengupayakan transisi energi, seperti Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan?
Download Publikasi