[Press Release] Indonesia Terancam Gagal Capai Target Pertumbuhan: Efek Domino dari Tarif Balasan Amerika Serikat

Jakarta, 7 April 2025 – Wiratama Institute merilis hasil kajian terbaru terkait potensi dampak kebijakan tarif balasan Amerika Serikat terhadap ekspor Indonesia dan pertumbuhan ekonomi nasional. Kajian ini menyimpulkan bahwa kebijakan tarif balasan sebesar 32% dari AS berpotensi menyebabkan kontraksi ekspor Indonesia ke AS hingga Rp201,68 triliun dalam satu tahun.

Saat ini Pemerintah tidak bisa lagi menganggap isu tarif sebagai perdebatan diplomatik semata. Tarif telah menjadi senjata geopolitik yang membawa dampak sistemik ke struktur ekonomi domestik.

Dengan memanfaatkan pendekatan elastisitas permintaan impor dan simulasi model Input-Output Indonesia, analisis menunjukkan bahwa:

  • Shock ekspor sebesar Rp132,7 triliun pada sektor-sektor utama ekspor akan berdampak terhadap output total sebesar Rp237,55 triliun.
  • Penurunan output tersebut diperkirakan mengakibatkan penurunan kompensasi tenaga kerja di sektor-sektor utama sebesar Rp18,88 triliun, dengan potensi kehilangan lebih dari 500 ribuan Tenaga Kerja.

Lebih lanjut, simulasi dampak terhadap target pertumbuhan nasional menunjukkan bahwa:

  • Jika tidak diantisipasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 berisiko turun dari target 5,2% menjadi hanya 4,13%, atau meleset 107 basis poin, setelah disesuaikan dengan deflator nasional 2024.

Wiratama Institute menegaskan bahwa kebijakan responsif diperlukan segera. Rekomendasi strategis yang disampaikan meliputi:

  1. Penguatan diplomasi perdagangan melalui forum TIFA dengan AS untuk memperjuangkan reformasi teknis dan pengecualian tarif sektor tertentu.
  2. Diversifikasi agresif pasar ekspor ke negara-negara non-tradisional seperti India, Tiongkok, dan kawasan GCC.
  3. Relaksasi regulasi dan insentif fiskal bagi eksportir terdampak untuk menjaga kelangsungan usaha dan arus kas.
  4. Transformasi industri domestik, khususnya hilirisasi dan penguatan pasar lokal sebagai penyangga saat ekspor terganggu.

Tarif hanya terlihat sebagai angka, tapi di baliknya ada ratusan ribu pekerja dan ribuan pelaku usaha yang menjadi tulang punggung ekspor kita. Ini saatnya pemerintah menunjukkan ketegasan arah dan keberanian untuk melakukan reformasi.

Download Pembahasan Lengkap:

Leave a comment