[Outlook Situasi Ekonomi dan Kebijakan: Pekan ke-2, Desember 2024] Evaluasi Ekonomi 2024: Stabil di Permukaan, Tantangan di Fondasi

Menutup tahun 2024, pemerintah dan masyarakat dihadapkan pada berbagai capaian dan tantangan dalam kinerja ekonomi nasional. Secara agregat, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai 5,03%—cukup stabil, namun lebih rendah dari target APBN dan tidak menunjukkan akselerasi dibanding tahun sebelumnya. Konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama, sementara ekspor dan investasi masih dibayangi ketidakpastian global.

Inflasi tahunan berhasil dijaga di bawah 3%, sebagian besar karena stabilisasi harga pangan dan energi, serta kebijakan moneter ketat Bank Indonesia. Namun, capaian ini tidak serta-merta menggambarkan pemulihan yang merata. Sektor informal masih mendominasi pasar tenaga kerja, upah riil tumbuh lambat, dan ketimpangan wilayah kembali melebar setelah sempat menurun selama pandemi.

Dari perspektif progresif, kondisi “stabil” ini justru memperlihatkan tantangan di fondasi struktural. Ketergantungan pada komoditas belum teratasi, daya saing industri belum pulih, dan kapasitas fiskal makin terbatas. Belanja pemerintah terserap tinggi di sektor rutin dan subsidi, sementara anggaran untuk transformasi struktural (pendidikan, inovasi, R&D) masih terbatas.

Selain itu, reformasi ekonomi masih berjalan lambat. Beberapa kebijakan besar—seperti hilirisasi, digitalisasi UMKM, dan pengembangan ekonomi hijau—belum menunjukkan hasil signifikan. Di sisi lain, ancaman jangka menengah seperti perubahan iklim, tekanan demografi, dan revolusi teknologi belum dijawab dengan strategi komprehensif.

Desember 2024 harus menjadi momentum refleksi. Pemerintah baru memiliki peluang menyusun ulang prioritas: membangun struktur ekonomi yang lebih inklusif, produktif, dan tangguh terhadap guncangan. Itu berarti mendorong reindustrialisasi berbasis nilai tambah, mempercepat pembangunan SDM, serta memastikan keberlanjutan fiskal melalui reformasi perpajakan progresif.

Ekonomi Indonesia telah menunjukkan ketahanan, namun belum menunjukkan kemajuan struktural yang cukup untuk menjamin pertumbuhan berkualitas dalam jangka panjang. Tahun 2025 perlu dimulai dengan tekad baru untuk melampaui “stabilitas permukaan” dan membangun fondasi ekonomi yang lebih adil dan visioner.

Leave a comment